Rabu, 02 Maret 2011

manajemen ritel

Fenomena Cabe Yang Melejit

harga seporsi sambel akan bersaing dengan harga seporsi daging asap

Seperti biasa setiap pagi saya mengantar ibu kepasar ibu lapor tentang fenomena harga sembako favorit ayah ku.. Karena dalam beberapa minggu ini fenomena ini terus merangkak naik tanpa ada kompromi. Padahal ayah kalau makan tanpa sembako ini rasanya terasa hambar dan selera makan ayah berkurang.Ayah tidak tahu fenomena harga yang melejit ini di picu oleh sebab apa. Yang jelas ibu bilang sama ayah bilang “Sekarang gak usah bikin sambel karena harga cabe seratus ribu perkilo.

Memang dalam beberapa hari ini yang namanya cabe (dan itu merupakan salah satu sembako bagiku) jadi topik pemberitaan selain kasus gayus dan sepak bola. Bagaimana tidak menjadi topik yang manarik untuk dibahas karena baru kali ini harga cabe sampai seratus ribu perkilo dan itu sudah bertengger di top news dalam seminggu ini. Saya juga gak tahu faktor apa yang mempengaruhinya.

Mungkin Tengkulak, meski ada peranan nya namun heran nya koq bisa mereka mendongkrak harga sampai segitu. Harga daging kelas satu saja paling banter 60 ribu sekilo. Mungkin Petani, ini yang biasanya paling tidak bisa menimati harga yang bagus saat panen raya. MungkinCuaca, bisa jadi karena sekrang musim hujan yang tidak menentu dan cabe sangat rentan dengan hujan karena akan rusak. Mungkin Demand (permintaan), awalnya saya kira demikian karena berbarengan dengan hari2 besar saat akhir tahun kemarin. Namun sampai sekarang kok tidak turun malahan merangkak naik.hingga harganya melejit begitu.

Besok – besok seandainya kita makan di warung jangan kaget kalau harga seporsi sambel akan bersaing dengan harga seporsi daging asap.

Karena dengan pasokan cabe yang tidak ada sehingga parah petani menjual cabe dengan harga yang cukup tinggi kita mungkin akan terasa kurang nikmat kalau makan tidak di barengi dengan sambal yang memberikan selerah makan kepada kita.Jadi kita harus menahan diri dengan sembako ini meski terasa hambar namun cukup untuk tidak membuat kita terenggah-enggah dengan fenomena pedas yang menghentak ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar